Riwayat Pertama

Besi tua peretak asa yang teruraikan dalam uraian-uraian udara yang pernah berjumpa, lewat, lalu sirna. Seperti pekat jiwa yang larut dalam untaian hiasan dunia. Belenggu lagu dan syair syahdu perenggut memori itu, tentang hakikat manusia yang paling terdahulu. Alasan mereka tercipta. Muasal mereka terusirkan menuju zona paling fana. Serta awal dimana mereka bersama untuk suatu tujuan mulia.

Inilah riwayat pertama penggugah banyak makna yang tak tersampaikan oleh kata-kata.

Merekah namun sulit ditelaah. Menguap namun mudah ditangkap. Berbuah namun seketika meremah. Bersemi namun cukup sehari. Seperti saat engkau menerima kesaksian pertama, sebelum tersingkirkan kau ke dunia. Namun amnesia dirimu dibuatnya, ada yang mengakui ingatanmu hilang kemana setelah pesan-pesan kau baca, dan ada pula yang tetap amnesia seperti sedia kala meski ia tak buta.

Inilah riwayat pertama penyampai pesan buana. Pesan yang nanti tak seorang pun mengingkari apapun yang terjadi pada diri.

Deru debu di padang pasir berseru membisu seakan sembilu membuat tubuh mereka membiru. Tanda-tanda yang diberikan mensiratkan sesuatu yang akan kau persaksikan kelak di akhir pengasingan. Semerbak sendu pilu itu tak sanggup kau rengkuh sampai akhirnya kau pilu menyaksikan dirimu yang dulu. Dan di situlah sebagian darimu mengaku kalah setelah tak pernah kau mengalah demi belenggu yang tak pernah kau belah.

Inilah riwayat pertama pendengar sukma yang berbicara tanpa tersentuh oleh suara.

Maka jikalau setelah saat ini pun engkau masih tetap mengigau tentang betapa kacau engkau di surau, lantas apakah senja di ujung tepi sana dapat menutup rasa yang tak pernah kau sapa?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s